Kawan…beberapa waktu lalu aku dapat SMS dari seorang teman. Isi SMS-nya lengkapnya gini ….
“Wahai wanita sholehah dan pria sholeh, jangan risau akan jodohmu, karena muslimah/muslim yang bijaksana takkan terpaut pada pria/wanita hanya pada ketampanan/kecantikan semata, lirakan mata, senyuman, bicara manja yang menggoda/bujuk rayu seorang pria/wanita yang meruntuhkan iman. Telah tercatat seungkap nama pria/wanita di Lauhul Mahfudz untukmu, h anya sja pribadinya ditentukan oleh sejauh mana ketinggian akhlak dan pribadimu. Jika kau tetap di atas jalan ang diridhoi-Nya, InsyaAllooh si dia turut di jalan yang sama”
Kalimat yang bagus bukan? Langsung saja ku”forward” ke teman-teman yang senasib sepenanggungan
“Jomblo being the best”. Tahukah Kawan, reaksi dari mereka apa saja?
“Indah banget kalimatnya, bikin adem ati” (emang…gitu niatnya hehehe..). Ada yang lebih keren lagi…
“Mantapppp..Sippp!!! Pasti dirimu lagi gundah? (Waduh..Tahu aja nih orang…hehehe jadi malu. It’s OK..Ga masalah).
“Hehehe…uhuk..uhuk..(keseleeek). Tak apa tho, Mba? Sapa tahu ada yang lagi segundah diriku, ya bagi-bagi lah biar adil.” Balasku dengan gaya bahasa ngebanyol
“Hehehe..Apa idola akhwat kudu ikhwan ya?”
“Ya ga’ laaah…siapa bilang?. Perlu diingat lho, Mba…penampilan sekarang banyak nipu (pengalaman). Biar ga’ tertipu, sering-sering aja mohon doa ke Allooh supaya dipilihkan yang terbaik (khusus : akidahnya). Menurutku, tak harus yang yang berjenggot atau tak berisbal”
Ternyata kawanku ini masih merespon jawaban SMS-ku di atas…..
“Ya laaah..sok ngikhwan ternyata malah masih suka milih akhwat dengan segudang kriteria. Giliran ta’aruf yang bilangnya dah siap nikah, pas di depan mata sosok yang tidak cantiklah..putihlah, gagal nikah.”
“Haaah…segitunya kah, Mba? Akhwatnya gimana, Mba? Semoga tidak trauma. Btw..pengalaman pribadi kah?”
“Mbuh. Ga ngerti. Jauh soale”
Terputuslah akhirnya pembicaraan sampai di sini. Ga penting memang ngapain juga nyimak-nyimak SMS ga penting gitu. Iya sih, hal sepele, tapi tidak semua hal sepele membawa pengaruh yang sepele juga. It’s Ok, Kawan…mungkin itu ga penting bagi kalian. Tapi belum tentu ga’ penting juga bagiku. Apalagi yang masih ngejomblo gini. Ngomongin nikah or marrie bagi kaum jomblo kayak kami ini merupakan santapan nikmat dan sedap sambil sesekali menebak-nebak. Pasanganku nanti siapa, orang mana, kerjanya apa, duitnya banyak ga’ ya? (Weheeiy…matre, Guys…). Pokoknya nikmat betul lah. (ngaku aja dari pada nanti disuruh ngaku, jadi keliatan gan ga’ jentelmen eh..jentelwomen…)
Eh..tadi sampai mana Kawan? Oiya sampai inti atau pelajaran yang dapat kuambil dari percakapan SMS tersebut. Apa ya? Ehhmmmm…menurut pandanganku, fine-fine aja jika entah itu ikhwan/cowok atau akhwat/cewek punya hak untuk memasang segudang atau bahkan setinggi gunung kriteria terhadap pasangannya kelak. Bagi ikhwan/cowok yang mengharap akhwat/cewek yang setajir Lindsay Lohan atau brain, brave dan behavior-nya setaraf Miss Universe (ga tahu sapa nama Miss Universe-nya) menurut menurutku boleh-boleh ajah. Atau bagi akhwat/cewek yang mengharap ikhwan/cowok yang juga tidak kalah dengan Mr Universe (ada apa ga ya pemilihannya?) atau ikhwan yang semacho Shah Rukh Khan (ketahuan suka nonton India’s Movies nih…) atau yang sekaya Bill Gates. Silakan..silakan aja. Sok atuh Akang..Eneng! Kita boleh ko’ pasang target setinggi apapun, namun ternyata perlu hati-hati. Jika salah menggantungkan harapan yang bukan pada tempatnya, salah-salah nanti sudah jatuh ketiban tangga. Kepleset …jatuh dengan jarak yang tinggi…target tidak tercapai lagi. Waduuuh… Ga’ kebayang dech sakit dan kecewanya kayak apa. Aku sendiri pernah pengalaman, bukan karena pasang target yang tinggi sih…(hehee boro-boro pasang target tinggi…yang pas-pas aja belum kesampaian) tapi lebih kepada menggantungkan harapan yang salah. Karena itulah Kawan..kalau bisa perlu ditimbang-timbang dulu ketika mau pasang target ataupun juga dalam menggantungkan harapan.
Menggantungkan harapan yang bener menurutku itu yang lebih penting. Lepas itu, semua pasti ngekor. Sehingga suatu ketika jika kriteria target yang kita pasang belum mampu kita raih, yaaa…kecewa sih tapi ga’ kecewa-kecewa amat lah. Mungkin perlu kita ketahui bahwa salah satu penyebab rasa kecewa itu dikarenakan kita sering berharap ke manusia. Maka dari itu, salah satu usaha kita dengan doa supaya kita mampu menyatukan keinginan kita dengan kehendak Allooh, tanpa melupakan bahwa Allooh penentu segala keputusan. Dan keputusan Allooh lah yang terbaik. Soalnya apa yang ga kita suka belum tentu di mata Allooh sama. Boleh jadi apa yang kita benci justru itu amat baik bagi kita begitu sebaliknya apa yang kita suka belum tentu Allooh juga suka karena siapa tahu yang kita suka itu ga baik untuk kita. Sedang Allooh Maha mengetahui. Ga gampang memang. Mungkin memang perlu kita yakinkan dalam hati terhadap janji Allooh bahwa perempuan-perempuan keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Sedang perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.
Akhir kata, tentulah NASIHAT UNTUK DIRI SENDIRI…agar LEBIH SEMANGAT untuk BERUSAHA MEMPERBAIKI DIRI !!!